Waktuku

Kebiasaan-Kebiasaan Bermedia Sosial 2018 yang Perlu Dibuang

In Content Placement, Umum 80 views

Kebiasaan Bermedia Sosial 2018Kebiasaan-Kebiasaan Bermedia Sosial 2018 yang Perlu Dibuang – Rizkyzone.com Yang tidak memiliki akun media sosial, ayo ngacung! Pasti tidak ada, ya? Rasa-rasanya hampir semua orang sudah menjadi pelaku aktif media sosial (baca: sering posting dan sering komentar).

Kebiasaan-Kebiasaan Bermedia Sosial 2018 yang Perlu Dibuang

Lihat kembali kebiasaan-kebiasaan Anda bermedia sosial tahun lalu –banggakah Anda? Bila belum, cobalah mulai membuang kebiasaan-kebiasaan buruk di bawah ini.

Socmed-Stalking Lalu Bergosip

Nah, ini dia yang sering bikin perang kubu dan perang saudara….ngurusinpostingan orang-orang di media sosial, lantas nyinyir dan bergosip. Seringnya yang digosipkan adalah hal-hal yang negatif tentang pengirim postingan. Misalnya, si A postingbahwa dirinya mendaur ulang baju bekas.Yang baca malah bergosip si A sok peduli lingkungan, padahal sebenarnya pelit, miskin, tidak mampu membeli baju baru, dsb dst, bukannya malah mengapresiasi karena si A sudah berbuat benar. Parahnya lagi, hal ini biasanya dilanjutkan dengan stalking alias mengikuti postingan demi postingan si A biar ada bahan gosip berikutnya. Kemudian bahan gosip ini akan dibikinkan postingan sendiri di media sosialnya sendiri, biar banyak yang membaca dan berkomentar. Capek, deh! Padahal bisa jadi si A sekedar ingin memanfaatkan baju bekas yang terkena lem, misalnya, dan tidak mengetahui cara menghilangkan bekas lem. Tindakan daur ulang si A seharusnya diapresiasi dan bukannya dicibir dan dijadikan bahan gosip.

“Copas dari grup”

Kebiasaan buruk ini menempati urutan kedua saking seringnya kejadian di antara para pelaku media sosial. Dengan keberadaan grup-grup komunitas penyuka topik yang sama, para anggota grupdapat saling bertukar informasi bermanfaat, misalnya seputar pekerjaan, pendidikan, tips hidup hemat, rumah tangga, kesehatan, dan sebagainya. Namun,informasi yang dimuat di grup dianggap sebagai sebuah fakta tanpa diselidiki lebih jauh kebenaran dan kesahihannya. Contoh yang sering terdengar adalah informasi seputar kesehatan, misalnya: “mengonsumsi coklat dan mie instan secara bersamaan dapat menyebabkan keracunan”. Informasi ini sudah dibuktikan palsu oleh para ahli kesehatan di Indonesia, namun tetap saja masih banyak yang kukuh menyebarkannya. Ujung-ujungnya, bila ditanya “tahu dari mana?”, baru dijawab “copas dari grup”. Tepok jidat aja, deh.

Berkomentar Tanpa Membaca

Ini satu hal yang membuat pembaca sering geleng-geleng kepala. Ada yang memuat informasi tertentu di media sosial, dengan sudah sangat mendetail, lalu dibawahnya dikomentari dengan pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya bisa diketahui sendiri jawabannya bila mereka membaca informasi yang sudah disediakan. Sayangnya, lebih banyak orang malas membaca, malas mencari informasi sendiri dan memilih jalan pintas dengan bertanya langsung kepada si pemberi informasi tersebut. Misalnya ada yang memuat informasi lowongan kerja dengan menyertakan sebuah link yang bisa diklik untuk informasi lebih lanjut, disertai embel-embel: “Untuk informasi lengkapnya, klik aja linknya, saya cuma meneruskan, tidak terlibat dalam proses perekrutan”. Eh, masih saja ada yang bertanya: “Bro, saya mau kirim lamaran ke mana, dong?” Penanya seperti ini seringnya langsung di-bully oleh komentator lainnya karena dianggap tidak teliti atau malas membaca.

Tidak Sensitif Saat Berkomentar

Namanya juga media sosial, keberadaannya terbuka untuk semua orang yang menjadi anggotanya. Hal ini semestinya diingat saat membuat postingan status atau informasi, atau komentar apapun. Sayangnya banyak orang berkomentar tidak sensitif tanpa memedulikan atau mungkin lupa bahwa komentar mereka bisa dibaca banyak orang. Misalnya, ada yang bertanya bagaimana cara menghilangkan bekas lem yang menempel di baju. Yang berkomentar bukannya menjawab, tapi malah mencela, atau menjawab, “Tanya ke Mbah Google.”, atau “Tahu Google, kan? Pernah dengar Google, nggak?” Tentunya hal ini akan membuat si pemuat postingan menjadi semakin minderdan tidak akan bertanya lagi. Padahal bila tidak mau menjawab, si penulis komentar cukup diam saja dan bukannya malah menguliahi.

Nah, bagaimana? Sudah siapkah Anda mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk dalam bermedia sosial ini? Memang mengubah kebiasaan itu tidak semudah membalik telapak tangan, namun percayalah, dengan niat, disiplin, disertai doa, Anda dapat melakukannya :).

Suka dengan Artikel diatas, Yuk di Share ke Sosial Media Kalian

Tags: #Informasi #Sosial Media #Teknologi #tips

author
Author: 
Sebuah Blog Layanan Jasa Review | Jasa Review Website | Jasa Review Blog | Jasa Review Produk | Jasa Listrik | Content Placement. Minat Menggunakan Jasa Blog Rizkyzone ? Silakan kontak melalui Email : rizkythoriqzone@gmail.com | WA Only : 085 736 329 737 200 | FB : Facebook.com/keihinkitaco | IG : Instagram.com/blogrizkyzone
Pentingnya Memonitor Pekerjaan Cleaning Service di Kantor
Pentingnya Memonitor Pekerjaan Cleaning Service di Kantor
Pentingnya Memonitor Pekerjaan Cleaning Service di Kantor
Inilah Beberapa Material yang Biasa Dipakai untuk Tas Wanita
Inilah Beberapa Material yang Biasa Dipakai untuk Tas Wanita
Inilah Beberapa Material yang Biasa Dipakai untuk
Spesifikasi Unggul dengan Harga Toyota FT 86 yang Terjangkau
Spesifikasi Unggul dengan Harga Toyota FT 86 yang Terjangkau
Spesifikasi Unggul dengan Harga Toyota FT 86

Leave a reply "Kebiasaan-Kebiasaan Bermedia Sosial 2018 yang Perlu Dibuang"

CommentLuv badge
Must read×

Top