Melongok ke Balik Berita, Mengenali Seluk-Beluknya

Di Penulis Tamu, Umum 128 views
Cara Menghasilkan Uang USD 50 Perhari

Melongok ke Balik BeritaKita saat ini sehari-hari dikepung oleh arus informasi yang begitu banyak. Berita dari berbagai belahan dunia bisa didapatkan dalam waktu singkat.

Menakjubkan memang, tapi tahukah kamu apa saja yang ada dibalik sebuah berita? Bagaimana perjalanan perkembangan berita hingga ia menjadi gampang diperoleh seperti sekarang?

Perjalanan Berita dari Jaman Kuno Hingga Sekarang

Jaman dahulu orang mendapatkan berita tentang kejadian di sekitarnya dari mulut ke mulut. Berita tersebar dalam bentuk lisan dan keakuratannya kurang terjaga. Sedangkan berita dari tempat yang jauh mereka peroleh dari orang yang bepergian seperti pedagang dan pengembara.

Berita juga didapat dari mata-mata yang dikirim oleh pemerintah ke negeri lain. Mata-mata itu memberikan laporan tentang berita dan kejadian penting yang seringkali rahasia. Bisa jadi sebagian berita itu diumumkan oleh pemerintah ke rakyatnya.

Orang Romawi kuno mungkin yang pertama kali menciptakan buletin, mereka mempunyai acta diurna (kejadian sehari-hari). Kejadian sehari-hari ditulis, diperbanyak, lalu disebarkan di titik-titik keramaian di kota agar terbaca oleh orang banyak.

Kerajaan Cina kuno lain lagi kebiasaannya, kerajaan sering mengirim berita ke pegawai-pegawainya yang tersebar di penjuru kerajaan. Isi berita itu tentang hukum-hukum baru dan kejadian yang ada di ibukota kerajaan. Jadi pegawai pemerintahan di seluruh kerajaan memperoleh informasi yang up to date.

Pada 1450 mulai dikenal mesin cetak pertama. Orang memanfaatkannya untuk mencari uang dengan menjual tulisan-tulisan laris seputar politik, kriminalitas, dan peperangan. Seringkali apa yang ditulis merupakan campuran dari berita sungguhan dan imajinasi.

Surat kabar atau koran sendiri baru muncul pada 1600an, dimana sekitar seratus tahun kemudian jumlah koran berkembang menjadi ribuan. Isinya memberitakan kejadian-kejadian penting, juga menjadi tempar berbagi pendapat dan berargumen.

Tahun 1830an dibuatlah mesin telegrap, yang menjadikan penyebaran berita menjadi jauh lebih cepat. Sebelumnya reporter mengirim berita melalui surat yang bisa membutuhkan wantu hingga berminggu-minggu. Dengan adanya telegrap perjalanan pengiriman berita dipersingkat menjadi beberapa menit saja.

Lalu tibalah jaman sekarang, jamannya berita instan. Berita dari penjuru dunia bisa diakses secara instan, bahkan orang bisa menerbitkan beritanya sendiri tanpa harus menjadi reporter. Efeknya terjadilah overload informasi dimana informasi itu seringkali bercampur dengan hoax.

Orang-Orang di Balik Berita

Ada banyak pihak yang terlibat di balik sebuah berita yang diterbitkan. Mari kita kenali beberapa di antaranya.

Jurnalis/Reporter

Tugasnya adalah mencari dan memproduksi konten berita. Salah satu cara mencari berita yang sering dilakukan adalah dengan liputan langsung. Kerap kali sesama jurnalis saling bertukar informasi.

Reporter media cetak/online bisa melakukan liputan sendirian. Tapi reporter untuk radio dan TV membutuhkan tim, kru yang merekam video atau suara. Meski demikian, kontibutor berita TV di daerah-daerah banyak yang meliput dan merekam berita sendiri menggunakan handycam.

Reporter ada yang menangani berita secara umum, tapi banyak yang mengkhususkan diri di sebuah bidang tertentu. Karena itulah kita mengenal ada reporter olahraga, politik, ekonomi, wartawan perang, dan lain-lain. Selain bidang tertentu ada juga yang mengkhususkan diri menggali berita dari area tertentu, misalnya reporter yang hanya melaporkan berita dari kota tertentu.

Fotografer

Seringkali jurnalis juga merangkap sebagai fotografer. Namun ada juga fotografer profesional untuk berita, bahkan ada yang berkeliling dunia untuk memburu foto-foto kejadian penting.

Fotografer berita kadang menghadapi tugas yang berbahaya. Seperti melaporkan peperangan, kerusuhan, atau memotret hewan dan alam liar. Di tempat terpencil tugas mereka menjadi berat, setelah memotret kejadian masih harusmencari cara mengirimkannya untuk media tempat ia bekerja.

Produser dan Editor

Produser bertugas memilih berita-berita untuk radio atau TV,lalu menyusun berita-berita itu dalam sebuah tayangan. Editor bertugas memilih berita dan foto yang akan dimuat di media cetak/online. Dia juga memeriksa dan memperbaiki tulisan reporter sebelum diterbitkan.

5W 1H, Pertanyaan untuk Menggali Berita

Yaitu what, who, when, where, why, dan how. Atau apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.

Reporter menggali berita dengan menanyakan 6 pertanyaan dasar itu. Jawaban-jawabannya akan membentuk sebuah data berita yang cukup lengkap.

Misalnya saja kita hendak menulis tentang sebuah pencurian. Tanyakanlah apa yang dicuri? Siapa pemilik barang yang dicuri? Kapan terjadinya pencurian itu? Di mana lokasi pencuriannya? Mengapa barang itu dicuri? Bagaimana pencurinya beraksi?

Cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan itu dan kamu akan mendapatkan sebuah bahan tulisan berita.

Selain pertanyaan di atas, reporter juga mempunyai aturan lain. Misalnya harus melindungi narasumber, mengecek ulang data apakah valid atau tidak, dan tidak memasukkan opini pribadi ke dalam berita.

Menulis dengan Struktur Piramida Terbalik

Setelah bahan berita didapat, reporter akan membuatnya menjadi sebuah konten. Jika konten itu tertulis biasanya penulisannya menggunakan struktur piramida terbalik.

Metode piramida terbalik adalah struktur penulisan yang penyajiannya memprioritaskan informasi terpenting dahulu.Baru kemudian informasi yang kurang penting dan informasi tambahan disajikan sesudahnya.

Apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana menempati paragraf-paragraf awal. Kemudian disusul hal-hal penting di paragraf-paragraf berikutnya. Bagian akhir tulisan berisi hal-hal yang melengkapi berita.

Penulisan gaya piramida terbalik membuat pembaca langsung tahu inti berita di bagian awal tulisan. Jika pembaca ingin tahu lebih lanjut soal berita itu maka dia akan melanjutkan membaca bagian-bagian selanjutnya.

Penutup

Kamu sekarang jadi lebih tahu soal seluk-beluk berita. Tapi apa yang ditulis di atas hanyalah sekelumit kecil dari dunia jurnalistik.

Kalau kamu ingin menjadi seorang jurnalis sungguhan, masih banyak yang harus dipelajari. Masih banyak juga pengalaman yang musti ditimba.

Memang sih di jaman digital ini kamu bisa menulis dan menerbitkan beritamu sendiri. Tapi itu tidak lalu membuatmu menjadi seorang jurnalis. Banyak yang bisa memasak tapi hanya sedikit yang mampu menjadi chef. Begitu juga banyak yang bisa menulis berita tapi hanya sedikit yang sanggup menempa diri menjadi jurnalis.

Guest post oleh PagiIni, blog yang membahas tentang pagi.

Tags: #Informasi #Pambarep

author
Penulis: 
Sebuah Blog Layanan Jasa Review | Jasa Review Website | Jasa Review Blog | Jasa Review Produk | Jasa Listrik | Content Placement. Minat Menggunakan Jasa Blog Rizkyzone ? Silakan kontak melalui Email : rizkythoriqzone@gmail.com | WA Only : 085 736 329 737 200 | FB : Facebook.com/keihinkitaco | IG : Instagram.com/blogrizkyzone
Wisata Edukasi Museum Kereta Api Bandung Graha Parahyangan
Wisata Edukasi Museum Kereta Api Bandung Graha Parahyangan
Wisata Edukasi Museum Kereta Api Bandung Graha
Cara Membuat Akun VSCO yang Perlu Kamu Ketahui
Cara Membuat Akun VSCO yang Perlu Kamu Ketahui
Cara Membuat Akun VSCO yang Perlu Kamu

Tinggalkan pesan "Melongok ke Balik Berita, Mengenali Seluk-Beluknya"

CommentLuv badge
Baca Juga×

Top