Waktuku

Akibat Meremehkan Uang Untuk Berhaji

In Dokumentasi 5999 views

Akibat Meremehkan Uang Untuk Berhaji – Menunaikan Rukun Islam Yang ke 5, siapapun di antara kita (Muslim) pastinya sangat menginginkan untuk bisa menunaikannya, Karena salah satu keutamaan ibadah haji yang saya kutib dari sebuah Ebook yang berjudul Shahih Muslim Indonesia dalam Bab Kitab Haji, diterangkan :

Bahwa Rasulullah SAW, bersabda : Barang siapa datang (Haji) ke Baitullah ini lalu tidak berbicara kotor dan tidak berbuat maksiat, maka ia akan kembali seperti ketika dilahirkan oleh Ibunya (HR. Abu Hurairah, ra – Shahih Muslim No. 2404)

Lantas kenapa tidak boleh meremehkan uang / niat untuk berhaji ? untuk yang ini sebenarnya saya tidak bisa menjelaskan panjang lebar, tapi saya akan sedikit bercerita soal ini, yang mungkin bisa di ambil hikmahnya, saya sendiri juga belum tahu benar atau tidak tapi yang saya lihat realitanya seperti itu.

Cerita Pertama :

Ada sebuah cerita di alami oleh tetangga saya, dimana tetangga saya itu dulunya orang yang cukup terpandang di kalangan masyarakat di kampung saya, seorang pengusaha, punya toko yang cukup besar, selain toko, juga punya usaha telur ayam, juga peternak sapi, yang cukup sukses kala itu, semua itu lambat laun semua usahanya mengalami penurunan yang sangat drastis, suatu ketika Ibunya si pengusaha tersebut sedang bersih – bersih tokonya, si pengusaha tersebut menyimpan semua uangnya di dalam bungkusan plastik dan di taruh di sampah yang di kumpulkan, khususnya sampah yang mudah terbakar, seperti kardus, kertas dll. Ibunya berniat mau membersihkan sampah – sampah tersebut, tanpa di sadari atau di cek terlebih dahulu, si ibunya tersebut mengambil semua sampah – sampah dan menaruhnya di tong sampah yang terbuat dari drum untuk di bakar, walhasil sampah dan bungkusan yang ada di kantong plastik yang berisi uang yang oleh ibunya di sangka sampah ikutan di bakar.

Suatu hari si pengusaha tersebut tanya sama ibunya dimana sampah yang di kumpulkan tersebut, karena mendapati sudah bersih, oleh ibunya di jawab sudah dibakar di tong sampah, betapa kagetnya si pengusaha setelah di lihat mendapati semua uangnya terbakar dan hanyak menisakan sedikit bagian uang yang tak terbakar. pas di tanya, ibunya menjawab katanya tak sempat ngecek karena berada di tumpukan sampah jadi dikiranya bungkusan tersebut adalah sampah.

Usut Punya usut, uang tersebut sedianya mau di pakai untuk daftar haji, karena masih belum cukup, rencanya uang tersebut mau di pakai dulu buat usaha lain, dan keuntungannya buat menambah biaya, setelh kejadian itu, si pengusaha tersebut usahanya mulai ada penurunan, dari produksi telur yang cendrung menurun dan terus menurun, lama kelamaan jadi gulung tikar, tokonya juga mulai sepi dan lama kelamaan juga habis dan gulung tikar pula, sapi – sapinya semua di jual buat nutupin hutang dan sampai semua habis tak punya apa – apa lagi, untuk menutup beban hidup keluarga, istrinya memutuskan kerja di luar negeri, 3 tahun lebih kerja di luar negeri setelah pulang tidak kunjung mengalami perubahan, ankanya ugal – ugalan, yang pernah ketahuan sama ibunya anaknya membawa cewek kerumah dan berbuat tak seronok, setelah anaknya nikah tak berenti sampai disitu.

Berlanjut ke anakanya , setelah menikah ia mencuba membuka usaha jadi pedahang sayur, cukup sukses saat itu tapi ntah kenapa lama kelamaan sudah tak terlihat lagi usahanya  sebagai pedagang sayur, ia banting setir dan beralih profesi menjadi pengusaha ayam seperti yang di lakukan ayahnya dulu, ia merintis dari awal itupun juga tak menuai hasil, pemasuka belum ada tapi pengeluaran rata – rata perharinya kurang lebih 400 sampai 500 ribuan, semua di jual, mobil, motor, bahkan sekarang ia terus mendesak istrinya untuk meminjam uang mertuanya untuk menambah modal usahanya, dimana sang mertua baru dapat uang arisan senilai 14 juta yang sedianya uang arisan tersebut buat renovasi rumah.

Cerita Kedua :

Singkat saja, intinya ia seorang pengusaha Pupuk Pertanian, ia ikut arisan dan bernadzar kalau ia dapat arisan 3 kali berturut – turut maka uang tersebut akan di pakai buat daftar haji, ia ikut arisan 3 atas nama Ia sendiri, Istrinya dan Anaknya, Alhamdulillah Allah SWT mengijabah, 3 kali berturut, bulan ke dua, ke tiga dan bulan ke empat karena arisannya kan tiap sebulan sekali senilai 200ribu, jadi kalau ikut 3 senilai 600ribu.  Setelah mendapat uang arisan beruntun, ternyata ia merubah niatnya, bukannya uang tersebut buat daftar haji, malah di pakai buat beli kambing, katanya biar bertambah selain itu melaksanankan ibadah haji kan nunggunya lama, jadi sembari menunggu uangnya di pakai dulu but modal usaha, ternak kambing, bukannya usahanya berhasil, justru malah lama kelamaan semua kambingnya tewas dan usahanya bangkrut, tak hanya usaha kambingnya bahkan toko pertaniannya sekrang sudah sepi. #Akibat menyelewengkan uang yang sudah di niatkan untuk beribadah haji.

Cerita Ketiga :

Seorang mantan lurah di kampung saya, setelah tak lagi menjabat sebagai kepala desa, ia membuat usaha ayam petelur, setelah lama menggeluti usahanya, Alhamdulillah penghasilan terus mengalami peningkatan, hingga suatu ketika terdengar omongan dari mulut ke mulut, jika sang mantan lurah mau daftar haji, kurang lebih setahun yang lalu, sang mantan lurah mengalami sebuah kecelakaan saat berlari, ia tersandung sebuah tunggak kayu yang mengakibatkan tungkak kakinya mengalami robok yang cukup dalam sehingga harus di bawa ke rumah sakit, tidak hanya itu cucunya pun sering kerumah sakit karena sakit, di tambah lagi beberapa kandang ayamnya pun yang dulunya banyak kini tinggal hanya menyisakan satu, ternyata usut punya usut, uang sebesar kurang lebih 5 juta yang sedianya mau di gunakan untuk daftar haji, di selewengkan dengan alasan untuk sementara di pergunakan dulu untuk membeli katul dan sentrat makanan ayam, daftar hajikan nunggunya sangat lama, bisa bertahun-tahun.

Cerita Keempat :

Di alami oleh keluarga saya sendiri yang merasakan tak seperti dulu lagi, dulu biarpun sedikit ada kerjaan Alhamdulillah bisa menabung, hingga suatu ketika biarpun ada banyak kerjaan tak bisa seperti dulu susah buat menabung, dimulai dari gagalnya kakak saya bekerja di luar negri, di luar negri cuma 3 bulan dan setelah itu di pulangkan, tak tau apa alasannya, padahal saat itu keluarga berharap dengan kakak saya kerja di luar negeri dapat membantu membayar tanggungan hutang pada bank yang saat itu di pakai kakak saya  buat biaya ke luar negeri, tapi apa mau dikata, di luar negeri kakak saya tak berhasil.

Suatu ketika aat saya sedang ngobrol bersama bunda, saya lupa apa topiknya yang jelas bunda saya ngomongin tentang seretnya rejeki  yang di alami keluar yang tak seperti dulu, lalu gimana ceritanya saya lupa tiba – tiba membahas soal haji, dan saya ceritakan cerita yang di alami tetangga seperti yang saya ceritakan diatas, intinya jangan pernah meremehkan uang haji, jangankan uang haji sudah tersedia, meremehkan niat saja tak baik.

Lalu bunda saya cerita, katanya dulu pernah ada orang tanya sama bunda, tetangga juga yang tanya, begini tanyanya “Mah…. gak ser lungo kaji (Mah…. ga ingin pergi haji ?)” bunda saya jawab “halah ora ser (halah gak pengen)”, terus saya bilang mungkin iku sebabnya, mak…. makanya kalau di tanya orang seperi itu, jangan di jawab “ga ingin” tapi jawab “pengen” kapan waktunya ya g tau manut Gusti Allah seng maringi dalan e rejeki, yang pentingkan punya niat dulu.

Menyadari itu semua kami sekeluarga langsung melakukan Taubatan Nashuha mengakui semua kesalahan yang telah di perbuat, mungkin pikirnya bunda waktu itu, mau berhaji pakai modal dari mana, pekejaan cuma penjahit, saya, kakak saya dan ayah saya cuma pekerja bangunan, Alhamdulillah lama kelamaan ekonomi keluarga saya berubah bisa seperti dulu lagi.

——————————————-

Hikmah yang dapat di ambil dari cerita di atas, semua harus di awali dengan niat yang baik, dan jangan meremehkan sesuatu apalagi itu berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT, kalau sudah punya niat, selanjutnya berdoa dan berusaha, untuk urusan ibadah Allah pasti akan memudahan.

Semoga cerita Akibat Meremehkan Uang Untuk Berhaji diatas, dapat di ambil hikmahnya, semoga bermanfaat, terima kasih

Suka dengan Artikel diatas, Yuk di Share ke Sosial Media Kalian

Related Search

Tags: #Cerita

author
Author: 
Sebuah Blog Layanan Jasa Review | Jasa Review Website | Jasa Review Blog | Jasa Review Produk | Jasa Listrik | Content Placement. Minat Menggunakan Jasa Blog Rizkyzone ? Silakan kontak melalui Email : rizkythoriqzone@gmail.com | Call/SMS : 085 755 070 200 | BBM : 74679cf5 | FB : Facebook.com/keihinkitaco
Kenapa Kita Ketagihan Belanja Online? Ini Jawabannya
Kenapa Kita Ketagihan Belanja Online? Ini Jawabannya
Kenapa Kita Ketagihan Belanja Online? Ini Jawabannya
Google PageRank Update Semua Domain Berpagerank Berubah Jadi 0
Google PageRank Update Semua Domain Berpagerank Berubah Jadi 0
Google PageRank Update Semua Domain Berpagerank Berubah
Memilih Wedding Organizer yang Tepat
Tips Memilih Wedding Organizer yang Tepat –
Pengalaman Saya Membuat NPWP
Pengalaman Saya Membuat NPWP
Pengalaman Membuat NPWP – Sobat Rizkyzone.. adakah
Must read×

Top