Mengenal High Season dan Low Season Biar Liburan Makin Asyik

Mengenal High Season dan Low Season Biar Liburan Makin Asyik

Pernah dengar istilah low season dan high season? Di industri perhotelan atau dunia liburan, kedua kata ini memang tidak bisa dipisahkan karena memang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Namun yang pasti, low season identik dengan periode dimana kunjungan atau permintaan ke satu lokasi cukup rendah. Dan ini berdampak pada tujuan wisata yang cenderung sepi. Sebaliknya, high season adalah masa dimana kunjungan meningkat drastis dan tentu saja, beberapa tempat wisata menjadi ramai pengunjung.

LiburanAdapun waktu dimana kita sebut high season adalah Lebaran, Natal, Tahun Baru, liburan sekolah, tanggal merah, musim panas hingga long weekend. Sementara low season sudah pasti diluar hari hari tersebut. Penetapan waktu high atau low season juga didasarkan atas negara masing masing seperti di Indonesia misalnya bulan Mei hingga bulan September kerap disebut masa high season.

Pertanyaannya, seberapa pentingkah wisatawan mengetahui masa high season atau low season? Berikut ini penjelasannya :

Jika Anda liburan di waktu masa low season, maka keuntungan yang bisa didapat adalah suasana liburan yang tenang. Berbagai tempat wisata dipastikan akan sepi dan Anda bebas melihat aneka pemandangan tanpa hambatan. Selain itu, harga tiket mulai dari transportasi, akomodasi hingga fasilitas lainnya juga ikut menurun yang tentu saja membuat Anda bisa berhemat. Dan, tidak sedikit agen perjalanan memberi potongan harga atau diskon guna menarik pelanggan di masa ini.

Dibalik keuntungan, ternyata low season menawarkan sisi jeleknya yaitu tidak semua wisatawan menyukai suasana liburan yang sepi. Seakan akan tidak merasakan arti liburan karena bisa dikata tidak ada aktifitas yang cukup ramai. Dan ini berdampak pada jarangnya pihak wisata mengadakan acara khusus seperti atraksi menarik dengan berbagai alasan seperti renovasilah dan sebagainya.

Bagaimana dengan high season?

Sudah pasti, kebalikan dari low season dimana pengunjung akan sangat banyak berdatangan sehingga Anda harus berebut menikmati fasilitas yang ditawarkan. Selain itu, tempat wisata banyak juga yang dibuka dengan durasi waktu yang cukup panjang serta berbagai atraksi menarik banyak dipertunjukan ke wisatawan yang datang.

Hanya saja, untuk menikmati fasilitas diatas wisatawan harus membayar lebih mahal untuk berbagai akomodasi yang digunakan. Tak hanya itu, keterbatasan transportasi dan hal lainnya bisa membuat rencana liburan menjadi gagal akibat banyaknya permintaan. Panjangnya antrian serta sulitnya melihat lokasi bebas dari sampah adalah hal lain yang akan dihadapi.

Pentingnya mengetahui kedua jenis masa ini akan membuat Anda jauh lebih mudah merencanakan liburan. Apakah Anda dan keluarga suka dengan suasana yang tidak terlalu ramai dengan budget yang terjangkau, tentu pilihan low season adalah yang terbaik. Sebaliknya, jika tak ingin seperti merasa sendirian, maka pilihan high season layak untuk dicoba.

Related Search

Tags: #Liburan #Tempat Wisata #Travelers

author
Author: 
Sebuah Blog Layanan Jasa Review | Jasa Review Website | Jasa Review Blog | Jasa Review Produk | Jasa Listrik | Content Placement. Minat Menggunakan Jasa Blog Rizkyzone ? Silakan kontak melalui Email : rizkythoriqzone@gmail.com | Call/SMS : 085 755 070 200 | BBM : 74679cf5 | FB : Facebook.com/keihinkitaco
Bingung Milih Paket Tour Jogja? Mending Cek Disini Aja Yuk
Bingung Milih Paket Tour Jogja? Mending Cek Disini Aja Yuk
Bingung Milih Paket Tour Jogja? Mending Cek
Destinasi Wisata Modern di Kawasan Batam Island Shopping
Destinasi Wisata Modern di Kawasan Batam Island Shopping
Destinasi Wisata Modern di Kawasan Batam Island

Leave a reply "Mengenal High Season dan Low Season Biar Liburan Makin Asyik"

CommentLuv badge

Must read×

Top