Pengalaman Saya Membuat NPWP

In Dokumentasi

Pengalaman Membuat NPWP – Sobat Rizkyzone.. adakah yang sudah pernah mendengar istilah NPWP, saya rasa sudah banyak yang tahu tentang NPWP, kalau saya sejujurnya juga sudah sering kali mendengar orang membicarakan tentang NPWP dan membaca kata NPWP, biasanya terdapat pada sebuah dokumen tertentu, yang mencantumkan berupa No. NPWP : xxxxxxxxxx, tapi tak membuat saya penasaran mencari informasi tentang NPWP meski hanya sekedar tahu saja.

Nah, berhubung ada sesuatu hal yang mengharuskan saya untuk memiliki NPWP, memaksa saya harus mencari informasi, browsing – browsing di internet, tanya pada teman – teman mengenai apa itu NPWP, Alhamdulillah saya dapat baru mengerti kalau Istilah NPWP itu adalah kependekan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. Apa itu NPWP ? mengutip dari Wikipedia “Nomor Pokok Wajib Pajak biasa disingkat dengan NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak (WP) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.” Fungsi dari NPWP sendiri ada ada beberapa yang diantaranya adalah sebagai syarat untuk pengajuan kredit di bank, sebagai tanda pengenal diri atau Identitas Wajib Pajak, pencantuman dalam setiap dokumen perpajakan, sebagai syarat pengajuan SIUP atau TDP, dan masih banyak lagi fungsi yang lainnya dengan memiliki Nomor NPWP.

Pada postingan kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai Pengalaman Saya Membuat NPWP, Yuk.. langsung saja….

Menurut informasi yang saya dapatkan dari pengalaman teman – teman yang sudah lebih dulu mempunyai NPWP, ada dua cara dalam membuat atau mengajukan permohonan untuk memiliki NPWP, pertama dengan cara Online, kedua dengan cara datang langsung ke kantor pajak. kalau dengan cara via online katanya prosesnya bisa lama, lebih baik datang langsung ke kantor pajak, kata teman – teman saya. karena kalau datang langsung prosesnya bisa lebih cepat dan gampang, plus tidak pakai biaya alias gratis, syaratnya pun juga mudah, cukup membawa selembar foto copy KTP, berkat saran dari teman – teman, sebagai pekerja kuli bangunan kebetulan hari Jum’at adalah libur kerja saya, setelah selesai dari aktifitas pagi di rumah, kurang lebih sekitar pukul 9 pagi saya langsung berangkat menuju kantor pajak di kota saya Tulungagung, sebelum sampai di kantor pajak, saya mampir dulu ke tempat foto copyan untuk memfoto copy KTP saya sebagai syarat pengajuan NPWP, setelah itu saya langsung menuju ke kantor pajak Kabupaten Tulungagung yang beralamat di Beji, Boyolangu.

Sesampainya saya di kantor pajak, saya parkir motor, dengan sedikit ada rasa gugup, maklum saya datang cuma sendirian, saya langsung menuju ketempat Security untuk laporan bahwa saya mau membuat NPWP, sama Pak Securitynya saya langsung disuruh masuk dan menemui resepsionis. Saya langsung masuk dan berhenti sejenak sambil melihat – lihat suasana di dalam, cukup luas dan terlihat lengang hanya ada beberapa orang saja yang antri, langsung saya menuju resepsionis, di depan resepsionis saya langsung disapa dengan ramah.
Resepsionis : Selamat pagi, ada yang bisa dibantu ?
Saya : Gini, saya mau membuat NPWP
Resepsionis : Untuk perorangan atau badan ? (badan usaha kali yah maksudnya)
Saya : Perseorangan..
Resepsionis : (sambil memberikan 2 lembar formulir permohonan nomor NPWP) Silakan di isi di sana (sambil menunjukkan tempatnya).
Langsung saya menuju tempat yang di tunjukkan oleh resepsionis, selesai mengisi formulir saya balik lagi ke resepsionis
Saya : ini.. (sambil menunjukkan formulir)
Resepsionis : Silakan langsung ambil tiket disana (menunjuk tempat pengambilan tiket)
Ada 2 tombol A dan B, tombol A untuk tiket antrian Badan, tombol B untuk tiket antrian Perorangan, saya pencet tombol B tiket antrian langsung keluar, saya ambil dan langsung menuju ruang antrian, karena suasana lengang saya hanya menunggu 1 orang sambil deg degan.. Takut ditanya macem – macem… Beberapa menit menunggu tiba giliran nomor tiket antrian saya di panggil. Langsung saya berikan formulir yang telah saya isi, terus dilihat – lihat, saya terus deg degan. Saya ditanya
Petugas : Anda kerja di perusahaan apa ?
Langsung saya kaget, sempet gelagapan, mau jawab bagaimana, secara saya cuma bekerja serabutan (baca: kuli bangunan), sedangkan di formulir pada kolomPekerjaan Dalam Hubungan Kerja, saya centang Pegawai Swasta dan Pekerja pada Pemberi Kerja.

Sesuai yang di arahkan teman – teman, kalau di tanya saya disuruh jawab kerja di perusahaan swasta. Namun saya mencoba untuk tetap tenang, saya di tanya lagi
Petugas : Anda kerja dimana ? (sedikit lebih tegas menanyakan)
Saya : (dengan tenang saya jawab) Tokopedia.com
Petugas : (Terlihat raut muka bingung, sambil bertanya tanya pelan.. ????!!!) Tokopedia
Melihat raut muka bingung dari petugasnya, saya lalu bercerita, begini loh pak, saya kan di tawarin teman kerjaan, sebagai syaratnya harus mempunyai No NPWP, saya butuh kerjaan pak, apalagi saya sudah nikah, kalau saya hanya mengandalkan kerja kuli bangunan kan gak mungkin to pak, kerja jadi kuli bangunan kan kalau pas ada job ya kerja, kalau lagi sepi job kan nganggur jadinya pak, berhubung ada teman yang nawarin kerjaan dan harus punya nomor npwp, makanya saya mau bikin nomor npwp untuk melengkapi persyaratan.

Terus petugasnya cek – cek lagi formulirnya, dan bertanya lagi

Petugas : Pekerjaan Bebas jadiĀ  Blogger, Blogger itu pekerjaan apa ?

Saya : Pekerjaan bebas saya (Pekerjaan Bebas dalam pikiran saya, saya anggap pekerjaan sampingan), begini pak pekerjaan Blogger itu mengelola website, membuat artikel, menulis berita, pokoknya membuat tulisan seperti yang sering orang baca di internet ituloh pak.

Petugas : Oh begitu.. (sambil tetap terlihat raut wajah bingung pak petugas, mungkin bingung karena tak mengerti tentang Perusahaan Swasta Tokopedia.com dan juga Apa itu Blogger).

Kemudian pak petugasnya buka website, dan lalu mengisikan data – data sesuai yang saya tulis di Formulirnya, Sedikit saya lirik pas pada kolom Pekerjaan Bebas beberapa kali dilihat, mungkin berfikir kok gak ada yah pekerjaan Blogger, terus jadinya pak petugas mengisinya dengan Tukang Bangunan, karena pada formulir kolom bagian Pekerjaan Bebas saya isi, Blogger dan Kuli Bangunan.

Formulir Pengajuan Nomor NPWP

Selama mengisi data, pak petugasnya sudah tidak tanya lagi, dan saya menunggu sampai selesai dan kemudian di print out, hasilnya saya di kasih Print out biasa bukan kartu, kata petugasnya kartunya akan di kirimkan via post. tak apalah dikirimkan via post yang penting saya sudah dapat dan punya No NPWPnya. Setelah saya terima nomernya pak petugasnya bilang jangan lupa setiap bulan maret harus datang ke kantor pajak untuk melaporkan SPT. Perlu di ketahui pelaporan SPT untuk NPWP Perorangan setiap bulan maret dan untuk badan setiap bulan april.

Poster Informasi Penyampaian Laporan SPT Taunan Wajib Pajak

Kesimpulannya, bahwa membuat atau mengajukan permohonan pembuatan No NPWP itu sangat mudah, persyaratannya hanya foto copy KTP saja, dan gratis tentunya, cuma kalau telat untuk pelaporan KPT setiap bulan yang sudah di tentukan Maret dan April, akan kena denda sebesar 100.000. Sebelum saya keluar ruangan saya diminta untu memberikan laporan Kepuasan dan ketidak puasan terhadap layanan di kantor pajak Tulungagung, saya di berikan sebuah kartu dan ada pilihan Puas dan Tidak Puas, setelah saya centang saya langsung masukkan ke kotak kepuasan wajib pajak setelah itu saya langsung keluar dari kantor pajak.

Kotak Kepuasan Wajib Pajak

Ini saja dulu yah cerita saya mengenai Pengalaman Saya Membuat NPWP, Next.. tunggu cerita – cerita saya yang lain, semoga bermanfaat, terima kasih.

Related Search

Tags: #Cerita

author
Author: 
Sebuah Blog Layanan Jasa Review | Jasa Review Website | Jasa Review Blog | Jasa Review Produk | Jasa Listrik | Content Placement. Minat Menggunakan Jasa Blog Rizkyzone ? Silakan kontak melalui Email : rizkythoriqzone@gmail.com | Call/SMS : 085 755 070 200 | BBM : 74679cf5 | FB : Facebook.com/keihinkitaco
Kenapa Kita Ketagihan Belanja Online? Ini Jawabannya
Kenapa Kita Ketagihan Belanja Online? Ini Jawabannya
Kenapa Kita Ketagihan Belanja Online? Ini Jawabannya
3 Kenyamanan Seorang Blogger Ponsel dalam Keterbatasan
3 Kenyamanan Seorang Blogger Ponsel dalam Keterbatasan
3 Kenyamanan Seorang Blogger Ponsel dalam Keterbatasan
Google PageRank Update Semua Domain Berpagerank Berubah Jadi 0
Google PageRank Update Semua Domain Berpagerank Berubah Jadi 0
Google PageRank Update Semua Domain Berpagerank Berubah
Wishlisht 2016 : Huawei G8
Wishlisht 2016 : Huawei G8
Rizkyzone.com – Seperti biasa, awal tahun baru
  1. author

    Agung Car1 year ago

    WNI yang baik tanya apa yang sudah dilakukan buat negara, bukan apa yang sudah dilakukan negara buat kita. Salam sukses selalu mas

    Reply
    • author
      Author

      Rizkyzone.com1 year ago

      pada umumnya WNI pada menanyakan apa yang sudah dilakukan negara buat kita, seharusnya saling mendukung, misalnya pemerintah mencanangkan buda bersih, sudah dimulai eh tetep saja masyarakat buang sampah semabarangan. kalau banjir nyalaihin pemerintah.

      Reply
  2. author

    Suta Igede1 year ago

    Kalau penganlaman saya si membuat NPWP itu sangat ribet dan membutuhkan waktu yang lumayan lama Mas, mungkin karena disetiap tempat cara pelayanannya berbeda-beda.

    Reply
    • author
      Author

      Rizkyzone.com1 year ago

      Iya mas beda kantor beda cara, soalnya kata teman saya juga ada yang bilang sangat mudah dan tak banyak di tanya – tanya. tapi yang penting bisa dapat Nomor NPWP.

      Reply
  3. author

    Budi1 year ago

    Kalau membuat NPWP sih mudah tapi untuk laporan pajaknya terutama buat yang wiraswasta akan sulit karena butuh lapor tiap bulan..

    Reply
    • author
      Author

      Rizkyzone.com1 year ago

      Tiap bulan apa tiap tahun yah mas, soalnya kata petugasnya laporan tiap bulan maret, berarti kan setahun sekali.

      Reply

Leave a reply "Pengalaman Saya Membuat NPWP"

CommentLuv badge

Must read×

Top